Home > Teknologi

Apakah Sistem Keuangan Berbasis Blockchain akan Gantikan Perbankan? Ini Kata Pakar

Penyedia layanan keuangan tradsional pada akhirnya akan menggunakan teknologi blockchain.
Apakah Sistem Keuangan Berbasis Blockchain akan Gantikan Perbankan? Ini Kata Pakar. (foto: pixabay)
Apakah Sistem Keuangan Berbasis Blockchain akan Gantikan Perbankan? Ini Kata Pakar. (foto: pixabay)

GenpOp. -- Ketika teknologi blockchain berkembang hingga memunculkan sistem keuangan, maka muncul pertanyaan soal apakah sistem keuangan berbasis blockchain akan menggantikan sistem keuangan tradisional?

Pakar Teknologi Blockchain, Anndy Lian berpandangan, sistem keuangan berbasis Blockchain adalah fenomena yang relatif baru dan muncul dengan tujuan untuk memberikan solusi alternatif atau pelengkap bagi sistem keuangan tradisional, seperti perbankan, broker, pialang, dan bursa.

"Sistem keuangan berbasis blockchain memanfaatkan fitur-fitur teknologi blockchain, seperti desentralisasi, transparansi, immutabilitas dan kemampuan program, untuk menawarkan berbagai layanan keuangan, seperti pembayaran, pinjaman, perdagangan, investasi, dan asuransi," kata pria kelahiran Singapura itu, dilansir techopedia.

Ada beberapa contoh sistem keuangan berbasis blockchain. Di antaranya ialah cryptocurrency, pertukaran terdesentralisasi (DEX), keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan mata uang digital bank sentral (CBDC).

BACA JUGA:

+ 3 Dampak Blockchain terhadap Dunia di Masa Depan

+ Cara Kerja Blockchain yang Perlu Dipahami, Begini Analoginya

+ Teknologi Blockchain Kian Berkembang, Perlukah Kesatuan Regulasi dan Peraturan Internasional?

+ Yakin Banget, Pakar Ini Bilang Adopsi Blockchain Lagi On The Rise

+ Masih Asing dengan Blockchain? Ini Penjelasan Mengapa Begitu Revolusioner

Blockchain dan Keuangan Tradisional Hidup Berdampingan?

Ada kalangan yang berpendapat bahwa sistem keuangan berbasis blockchain pada akhirnya akan menggantikan sistem keuangan tradisional karena blockchain menawarkan efisiensi, keamanan, aksesibilitas, dan inovasi yang lebih baik.

Kalangan yang memegang pendapat tersebut mengklaim bahwa sistem keuangan berbasis blockchain bisa menghilangkan kebutuhan terhadap perantara atau sistem yang mengenakan biaya, menerapkan pembatasan, menciptakan kemacetan, dan menimbulkan risiko.

Mungkin mereka juga berpendapat bahwa sistem keuangan berbasis blockchain dapat memberdayakan pengguna untuk memiliki lebih banyak kendali, pilihan, dan partisipasi dalam aktivitas keuangan mereka.

Namun, Lian mengingatkan, ada pihak lain yang berpandangan bahwa sistem keuangan berbasis blockchain tidak akan menggantikan sistem keuangan tradisional, tetapi justru akan hidup berdampingan atau berintegrasi dengan sistem keuangan tradisional seperti perbankan dan sejenisnya.

"Ada pandangan bahwa sistem keuangan berbasis blockchain tidak akan menggantikan sistem keuangan tradisional tetapi justru hidup berdampingan atau berintegrasi dengan mereka," tutur Lian, penulis buku Blockchain Revolution 2030.

Pendapat tersebut mungkin didasarkan pada keadaan terkini di mana sistem keuangan berbasis blockchain masih menghadapi banyak tantangan dan keterbatasan, seperti skalabilitas, kegunaan, regulasi, dan adopsi.

"Pandangan ini menunjukkan bahwa sistem keuangan tradisional masih memberikan fungsi dan layanan yang berharga, seperti kepercayaan, stabilitas, kepatuhan, dan keahlian," ujar Lian.

Lantas pertanyaan berikutnya, apakah penyedia layanan keuangan tradisional pada akhirnya akan mengubah model bisnis mereka dan menggunakan teknologi blockchain?

× Image